Fajar Nugros
Director
Sutradara yang sudah lama berkelana di wilayah indipenden. Terutama kawasan Jogjakarta. Dikenal punya sentuhan komersil yang kuat karena karyanya selalu berhasil mengumpulkan banyak penonton untuk ukuran film gerilya. Lalu merambah dunia tulis menulis dengan sebuah novel berjudul Buaya Jantan dan buku tentang pembuatan dokumenter. Sekarang hijrah ke Jakarta. Bersiap menyutradarai film layar lebar pertamanya.
Ginatri S. Noer
Scriptwriter
Karir menulisnya dimulai sejak SMA. Sudah berhasil menjuarai kompetisi berskala nasional lewat skenario buatannya. Setelah itu menghasilkan beberapa layar lebar dengan puncak Ayat-Ayat Cinta yang mengguncang industri perfilman. Karya berikutnya adalah sebuah adapatasi dari novel Perempuan Berkalung Sorban yang mengkritik perlakuan patriarki yang berkedok agama terhadap perempuan.
Hanung Bramantyo
Production Supervisor
Sekarang dia satu-satunya sutradara pemegang dua Piala Citra yang masih aktif di industri. Menghasilkan karya-karya yang terbukti secara kualitas dan pencapaian komersil. Dua hal yang masih menjadi misteri bagi sutradara lainnya. Get Married dan Ayat-Ayat Cinta, dua dari sekian banyak besutannya, sudah berhasil mengumpulkan hampir 5,5 juta penonton. Sembari membangun sebuah komunitas film yang solid bernama Dapur Film Community yang sudah berhasil menelurkan beberapa sutradara berbakat.
Bernhard Subiakto
Producer
Berlatar belakang design komunikasi visual, yang kemudian berkembang menjadi seorang kolaborator. Ia selalu ingin menjadikan Indonesia sebagai tempat yang memiliki kekuatan industri kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Merupakan pendiri dari sebuah group of marketing communication specialist, Octovate Group. Queen Bee merupakan karya pertamanya di industri yang baru saja diterjuninya ini, dengan membawa bendera Million Pictures dan HB Kineworks.
Salman Aristo
Producer
Awalnya dia seorang jurnalis. Mulai dari dunia lifestyle sampai dunia olahraga. Itu yang jadi bekalnya untuk menghasilkan karyakarya yang diakui publik dan kritikus punya sentuhan yang khas dan komunikatif. Sekitar lebih dari 4 juta orang sudah menonton cerita-ceritanya. Antara lain Brownies, Jomblo, Catatan Akhir Sekolah, Ayat-Ayat Cinta, dll. Karya terakhirnya yang sedang diawasi publik adalah adaptasi novel fenomenal Laskar Pelangi.
Rendy Wahyu Prasetio
Producer
Basisnya adalah S2 di bidang hukum dan kemampuan manajemen yang tajam. Ini menjadi modal utamanya untuk terjun masuk ke dalam dunia produksi film. Kemampuannya itu dengan cepat membawanya langsung ada di tengah pusaran industri film Indonesia. Dalam waktu kurang dari dua bulan sudah dua film, Doa Yang Mengancam dan Perempuan Berkalung Sorban yang diawasi manajerialnya dengan apik.
Inilah para individual kreatif berbakat yang berkumpul untuk menciptakan Queen Bee the Movie!
|
Producer
Production Supervisor Director Scriptwriter Director of Photography Art Director Editor Music Scoring |
Bernhard Subiakto Salman Aristo Rendy Prasetio Hanung Bramantyo Fajar Nugros Ginatri S.Noer Faozan Rizal Eros Eflin Wawan I. Wibowo Aksan Sjuman Ricky Lionardi Lie Indra Perkasa |
|---|
































